Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump, Bongkar Kekacauan DOGE dan RUU Anggaran Baru

Elon Musk mundur dari kabinet Trump dan soroti kebijakan yang menurutnya merugikan bisnis serta nilai-nilai pribadinya.
Trinita Adelia - Rabu, 04 Jun 2025 - 11:00 WIB
Elon Musk Mundur dari Pemerintahan Trump, Bongkar Kekacauan DOGE dan RUU Anggaran Baru
Elon Musk - X @elonmusk
Advertisements

NOTIS.CO.ID - Elon Musk akhirnya memutuskan mundur dari pemerintahan Presiden Donald Trump dan kembali fokus pada perusahaan-perusahaan miliknya seperti Tesla, SpaceX, dan X.

Keputusan ini diambil di tengah gejolak yang melanda bisnisnya, yang disebut-sebut terganggu akibat keterlibatannya dalam urusan pemerintahan selama beberapa bulan terakhir.

Tak lama setelah pengunduran dirinya, Musk tampil dalam wawancara eksklusif bersama program CBS Sunday Morning.

Saat itu, ia diberi pertanyaan terkait kebijakan kontroversial Pemerintahan Trump yang melarang mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di Universitas Harvard. Namun, respons Musk justru menunjukkan keengganan untuk terlalu jauh menanggapi isu tersebut.

Dalam wawancara tersebut, Musk sempat menyinggung latar belakangnya sebagai mahasiswa asing yang dulu menempuh studi di Amerika Serikat. Meski begitu, ia tetap memilih untuk menghindari pembahasan soal kebijakan presiden secara langsung.

"Saya rasa kita sebaiknya fokus ke subjek seperti pesawat luar angkasa, ketimbang membahas kebijakan presiden," ujar Musk. 

Dampak Keterlibatan Politik terhadap Reputasi dan Bisnis Musk

Musk kemudian lebih terbuka saat menyinggung dampak reputasi yang ia alami selama menjabat sebagai kepala Lembaga Efisiensi Pemerintah Amerika Serikat (Doge).

Menurutnya, keterlibatan di lembaga itu justru menimbulkan kerugian besar bagi brand dan performa bisnisnya, terutama di sektor kendaraan listrik Tesla yang sempat mengalami tekanan pasar.

"Ini sedikit tidak adil. Doge disalahkan untuk semua hal. Jika ada pemangkasan, semuanya menyalahkan DOGE," ungkap Musk.

Dalam pengakuannya, Musk tidak menampik bahwa beberapa kebijakan Pemerintahan Trump bertentangan dengan prinsip-prinsip yang selama ini ia anut. Meski tetap menjaga sikap hati-hati, pernyataannya mulai menunjukkan arah kritik terhadap kepemimpinan Trump.

"Ada beberapa hal yang saya tidak setujui. Namun, sulit untuk saya membahasnya saat wawancara, karena ini akan memicu perselisihan," ujar Musk, sebagaimana dikutip dari laporan Futurism, Rabu (4/6/2025).

Ia juga menambahkan, "Saya terjebak dalam dilema. Di satu sisi, saya tidak mau berbicara melawan pemerintah. Namun, saya juga tak mau menjadi orang yang bertanggung jawab atas semua hal yang dilakukan pemerintah."

Kritik Musk terhadap RUU Belanja Trump dan Gagalnya Target Doge

Tak berhenti di situ, Musk turut mengkritik rencana undang-undang belanja baru yang diusulkan pemerintahan Trump. Menurut perhitungan, RUU tersebut akan meningkatkan utang nasional Amerika Serikat hingga US$3,8 triliun dalam waktu sepuluh tahun ke depan.

Sebuah ironi, mengingat tujuan awal Doge adalah memangkas pengeluaran negara sebesar US$1 triliun.

Namun kenyataannya, selama masa kepemimpinan Musk di lembaga tersebut, pemangkasan anggaran bahkan tidak pernah mendekati angka ambisius tersebut.

"Saya kecewa dengan anggaran pengeluaran yang sangat besar. Sejujurnya, ini akan meningkatkan defisit anggaran, bukan malah mengurangi beban anggaran. Ini merusak pekerjaan yang dilakukan tim Doge," kata Musk.

Keputusan untuk hengkang dari pemerintahan sekaligus menandai titik balik bagi Musk untuk kembali menata strategi dan arah bisnis yang sempat teralihkan. 

Advertisements
Share:
Editor: Trinita Adelia
Source:

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements