Bumi Akan Terbakar, Elon Musk Yakin Mars Jadi Harapan Terakhir

Trinita Adelia - Minggu, 11 Mei 2025 - 11:00 WIB
Bumi Akan Terbakar, Elon Musk Yakin Mars Jadi Harapan Terakhir
Elon Musk - X @elonmusk
Advertisements

NOTIS.CO.ID - Elon Musk kembali bikin heboh dengan pernyataan mengenai kehidupan di Bumi.

Menurutnya, hanya tinggal soal waktu sebelum benar-benar lenyap, dan satu-satunya cara bertahan adalah dengan kolonisasi Mars.

Musk benar-benar meyakini umat manusia harus mulai menjelajahi luar angkasa untuk melindungi masa depan peradaban dari kehancuran yang tak terelakkan.

Ancaman Matahari yang Tak Bisa Diabaikan

Musk bukan sekadar berspekulasi soal mimpi luar angkasa, tapi memperingatkan soal sesuatu yang jauh lebih besar, kematian Bumi akibat Matahari.

Kondisi Matahari saat ini perlahan-lahan berubah. Setiap harinya, bintang di pusat Tata Surya ini semakin terang dan semakin panas.

Dalam beberapa ratus juta tahun ke depan, radiasinya akan begitu kuat sampai-sampai bisa mendidihkan lautan di Bumi, membakar atmosfer, dan menghapus seluruh bentuk kehidupan yang ada.

"Jadi pada akhirnya, seluruh kehidupan yang ada di Bumi akan hancur oleh Matahari," kata Musk dalam wawancara baru-baru ini, dikutip dari Space.com, Minggu (11/5/2025). 

Masa Depan Planet Kita di Tangan Bintang yang Sama

Sekitar lima miliar tahun dari sekarang, Matahari akan memasuki fase raksasa merah, di mana ukurannya akan membesar sampai akhirnya menelan Bumi.

Walaupun waktunya masih sangat jauh, buat Musk, ancaman ini cukup nyata untuk mulai bergerak dari sekarang.

"Matahari secara bertahap mengembang dan kita pada suatu titik perlu untuk menjadi peradaban antar planet karena Bumi akan terbakar," lanjutnya. 

Ia bahkan memperkirakan bahwa manusia punya waktu sekitar 450 juta tahun sebelum suhu Bumi mencapai titik ekstrem yang tak bisa lagi ditoleransi makhluk hidup mana pun.

Starship dan Ambisi Membangun Peradaban Mars

Untuk mewujudkan rencana besar ini, SpaceX tak main-main. Mereka sudah mengembangkan Starship, roket terbesar dan terkuat dalam sejarah manusia.

Mesin luar biasa ini dirancang agar bisa digunakan berulang kali, mengurangi biaya perjalanan luar angkasa, dan tentu saja, jadi alat utama dalam upaya membangun koloni manusia di Mars.

Sampai saat ini, Starship sudah delapan kali terbang dalam berbagai misi uji coba. Dua peluncuran terbaru dilakukan pada Januari dan Maret 2025.

Sementara tahap pertama, Super Heavy, sudah berfungsi dengan baik dan menunjukkan daya dorong besar yang dibutuhkan untuk lolos dari atmosfer Bumi.

Kini, SpaceX sedang bersiap untuk peluncuran berikutnya, dengan harapan bisa memperbaiki bagian yang masih bermasalah dan membawa manusia satu langkah lebih dekat menuju Mars.

Elon Musk dan Visi Peradaban Antarplanet

Musk memang bukan sosok yang berhenti pada ide gila, ia menjalankannya. Kolonisasi Mars bagi dirinya bukan mimpi kosong, tapi rencana nyata yang sedang dikejar.

Dengan ancaman dari Matahari yang kian pasti, ia ingin memastikan bahwa manusia tidak tinggal diam menunggu kehancuran.

Bagi Musk, waktu 450 juta tahun itu bukan alasan untuk bersantai. Justru sebaliknya, itu kesempatan untuk bergerak cepat sebelum terlambat.

Starship dan misi ke Mars adalah langkah pertama, tapi tujuannya jauh lebih besar menjadikan manusia sebagai spesies antarplanet yang bisa bertahan dari kehancuran Bumi.

Advertisements
Share:
Editor: Trinita Adelia
Source:

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements