Deretan Bahaya Vape! Sudah Banyak Dilarang di Beberapa Negara

Indah Maya Stefanie - Selasa, 16 Sep 2025 - 15:51 WIB
Deretan Bahaya Vape! Sudah Banyak Dilarang di Beberapa Negara
Deretan Bahaya Vape! Sudah Banyak Dilarang di Beberapa Negara - foto internet
Advertisements

NOTIS.CO.ID-Penggunaan rokok elektronik atau Vape kini mendapat perhatian yang sangat serius di berbagai negara. Mulai dari Asia sampai Amerika Latin, beberapa pemerintah sudah menerapkan larangan lengkap dengan alasan kesehatan, sosial, hingga hubungannya dengan narkoba.

Singapura bahkan memperlakukan pelanggaran penggunaan vape sama seperti kasus narkoba, lengkap dengan denda hingga ratusan juta rupiah dan ancaman penjara.

Apa saja bahaya yang ditimbulkan dari rokok elektronik ini? Berdasarkan beberapa informasi yang di peroleh oleh Notis.co.id berikut penjelasannya:

WHO Mengingatkan Bahaya Vape

Dilansir dari Reuters, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa rokok elektrik atau vape dengan berbagai rasa seharusnya diperlakukan sama seperti rokok biasa.


Pada bulan Juli 2023, WHO melaporkan bahwa penggunaan vape sudah dilarang di 34 negara, antara lain Brasil, India, Iran, dan Thailand.
Namun, penerapan larangan di lapangan masih sulit karena vape tetap ditemukan di pasar gelap.

Berdasarkan hasil penelitian, sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Vape bisa membantu perokok untuk berhenti merokok. Malah, vape bisa menyebabkan kecanduan nikotin, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.

WHO menemukan bahwa pemasaran yang agresif membuat pengguna vape lebih banyak berasal dari kelompok usia 13 sampai 15 tahun dibandingkan orang dewasa.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengingatkan bahwa anak-anak secara awal ditarik untuk menggunakan vape, yang akhirnya mengikat mereka dalam kecanduan nikotin.

WHO juga mendorong negara untuk melarang rasa tertentu seperti mentol, serta menerapkan aturan yang sama seperti pengendalian rokok pada produk vape.

Meskipun risiko jangka panjang belum sepenuhnya terungkap, penelitian menunjukkan bahwa Vape mengandung zat yang bisa menyebabkan kanker, menyebabkan masalah pada jantung dan paru-paru, serta memengaruhi perkembangan otak generasi muda.

Berbagai Bahaya dari Vaping
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, berikut beberapa bahaya yang bisa terjadi akibat menggunakan Vape:

1. Menyebabkan Ketergantungan
Seperti rokok biasa, Vape juga mengandung nikotin yang bisa membuat seseorang menjadi ketergantungan.

Nikotin membuat otak melepaskan hormon dopamin dalam jumlah banyak, sehingga menyebabkan efek yang membuat seseorang merasa ketagihan. Oleh karena itu, anggapan bahwa Vape bisa digunakan sebagai cara untuk berhenti merokok adalah salah.

2. Merusak paru-paru
Meskipun tidak menggunakan tembakau, Vape tetap berbahaya bagi paru-paru.
Nikotin bisa menyebabkan peradangan dan melemahkan lapisan pelindung paru-paru.

Selain itu, zat diasetil yang ada dalam beberapa cairan Vape bisa menyebabkan penyakit bronkiolitis obliterans, juga dikenal sebagai popcorn lung. Vitamin E asetat dalam cairan tertentu juga bisa mengiritasi paru-paru.

3. Mengganggu fungsi jantung
Nikotin yang masuk ke dalam darah menyebabkan tubuh melepaskan hormon epinefrin atau adrenalin, yang membuat tekanan darah meningkat dan jantung berdetak lebih cepat.
Hal ini meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada jantung bagi orang yang menggunakan Vape.

4. Mengancam kesehatan janin dan anak-anak
Bagi ibu yang sedang hamil, terpapar nikotin dari Vape bisa mengganggu pertumbuhan janin.
Di sisi lain, asap atau cairan vape juga bisa menyebabkan gangguan tidur pada anak, mengurangi daya ingat, hingga menghambat perkembangan otaknya.

5. Meningkatkan risiko kanker
Vape bisa menyebabkan kanker. Beberapa produk rokok elektrik ternyata mengandung formaldehida, yang termasuk zat penyebab kanker.

Selain itu, jika cairan nikotin terkena kulit atau diminum anak-anak, bisa berbahaya dan bahkan menyebabkan kematian.
Untuk itu, pengelolaan perangkat Vape harus dilakukan dengan hati-hati dan tepat.

Banyaknya larangan di berbagai negara menunjukkan kekhawatiran global terhadap dampak penggunaan Vape, baik secara kesehatan maupun sosial. Fakta bahwa produk ini bisa menyebabkan kecanduan, merusak organ tubuh penting, hingga membahayakan anak muda membuat pemerintah di berbagai negara semakin serius dalam mengambil tindakan.(*)

Advertisements
Share:
Editor: Indah Maya Stefanie
Source:

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements