Pemkot Bandar Lampung acapkali berjibaku “sendiri” menangani banjir. Bahkan, Wali Kota Eva Dwiana kerap kedapatan dibonceng motor, blusukan menyusuri aliran air yang tersumbat. Upaya ini yang diapresiasi Pasha Ungu dan rekan-rekannya dari Komisi VIII DPR RI.
(Notis.co.id): “Ibu Wali Kota tadi sudah cerita,” kata Pasha Ungu yang memiliki nama asli Sigit Purnomo Syamsuddin Said, disela-sela kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Aula Semergou, Kantor Pemkot, Sabtu (25/7/2026).
Dari sekian aspirasi yang disampaikan, sambung Pasha Ungu, penanganan banjir menjadi perhatian penting.
“Selain hujan merupakan faktor alam, ancaman banjir juga sudah menjadi fenomena tersendiri bagi daerah perkotaan yang berkembang pesat, dan Bandar Lampung sudah termasuk metropolis,” paparnya.
Pasha Ungu melanjutkan, sudah menjadi kewajiban Komisi Vll untuk menyerap dan mem-follow-up aspirasi yang disampaikan Wali Kota Eva Dwiana tersebut.
“Seperti telah disampaikan rekan-rekan saya, nanti kami akan membawanya dalam pembahasan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” katanya.
Menurut Pasha Ungu, pemerintah pusat memiliki berbagai peralatan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan banjir di Bandar Lampung. Peralatan yang dimaksud seperti ekskavator, mesin penyedot air, dan termasuk kendaraan penyelamat.
“Itu menjadi salah satu catatan penting kami. Sebagai bentuk membersamai Pemkot untuk menanggulangi banjir,” tutupnya. (*)















