Maylena memetik terong dengan wajah semringah. Buah lonjong dengan warna ungunya yang khas itu terlihat segar di Minggu (26/7/2026) sore. Sementara di tangannya sudah ada 3 terong lain yang dipetik sebelumnya. Tak sabar ia bergegas ke timbangan portable yang sudah disiapkan. Ia kepingin tahu berat 4 terong dari tanaman yang benihnya ditanam 25 hari lalu.
(Notis.co.id): Maylena tidak sendiri. Sore akhir pekan itu ia bersama puluhan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Labuhan Ratu Raya. Mereka memang sudah janjian. Berkumpul untuk kompakan memanen hasil sayuran yang mereka tanam dan rawat bersama sejak dua bulan terakhir.
“Kami menanam sayuran seperti terong, bayam, sawi dan kangkung,” jelas Maylena selaku kader KWT didampingi Lurah Labuhan Ratu Raya, Ahyarudin.
Jenis tanaman sayuran memang sengaja dipilih, terang Maylena, karena masa tanamnya yang terbilang singkat. Sehingga hasil panen bisa dipetik tanpa menunggu lama.
“Selain hasil tanamannya bisa cepat dimanfaatkan, masa panen yang singkat juga bikin kami semangat,” ucap Maylena yang disambut anggukan rekan-rekan KWT lainnya.
KWT Labuhan Ratu Raya berisikan anggota PKK dari perwakilan 22 rukun tetangga (RT) yang berada di wilayah Kelurahan Labuhan Ratu Raya. Mereka mengelola tanaman sayuran pada beberapa petak lahan tanam. Masing-masing petakan berisi jenis tanaman tertentu.
“Kita diberi izin untuk memanfaatkan lahan kosong milik Ibu Roh yang juga anggota KWT. Di sinilah kami bercocok tanam,” ungkapnya saat disambangi Notis.co.id di kebun sayur KWT.
Untuk perawatan tanaman, sambung Maylena, telah dibuat sistem piket. Setiap sore akan ada perwakilan dari dua RT yang bertugas menyiram tanaman dan menyiangi rumput atau tanaman pengganggu lainnya.
Lewat perawatan rutin tersebut, kini ibu-ibu KWT Labuhan Ratu Raya sudah bisa menebar senyum ceria. Terong dan sawi, serta bayam yang ditanam telah berhasil dipanen beberapa kali.
“Hasil panennya kita jual. Uangnya kita masukkan kas untuk dibelikan bibit lagi,” terang Maylena.

Merawat Kerukunan dan Kekompakan
Lurah Ahyarudin menerangkan, aktivitas KWT merupakan satu dari beberapa kegiatan lain yang rutin berada di bawah binaan kelurahan.
Dijelaskannya, selain bercocok tanam sayuran di kebun, pihaknya juga aktif menggalakkan penanaman tanaman apotek hidup di pekarangan rumah anggota KWT.
“Kita mencoba menstimulir. Kita bagikan 5 polybag kepada tiap anggota KWT. Kemudian dijadikan tempat media tanam kencur dan jahe. Kami berharap ibu-ibu bisa mengembangkan secara mandiri dengan menanam lebih banyak di pekarangan rumah masing-masing. Bisa juga dengan menanam jenis tanaman apotek hidup lainnya,” terang Ahyarudin.
Menurutnya, melalui berbagai aktivitas bermanfaat tersebut, bukan hanya pencapaian yang diperoleh, tetapi sekaligus juga merawat kerukunan dan kekompakan.
Dari kekompakan yang terbangun tak jarang melahirkan gagasan kreatif yang pada akhirnya bisa menorehkan prestasi. Ahyarudin mencontohkan, pada perayaan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung yang baru lalu, PKK Kelurahan Labuhan Ratu Raya berhasil memperoleh juara Harapan II pada perlombaan Jajanan Pasar, Kategori Ubi Jalar.
Ahyarudin menambahkan, berbagai kegiatan di kelurahan yang dipimpinnya tidak terlepas dari arahan dan pembinaan Camat Labuhan Ratu Hendra Setiawan.

“Tentu semua berkat koordinasi dengan Pak Camat. Bahkan panen sayur sore ini Ibu Camat ikut hadir membersamai ibu-ibu KWT,” terangnya.
Dia juga menambahkan, pada gelaran Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya yang masih merupakan rangkaian perayaan HUT Bandar Lampung, mobil hias Kecamatan Labuhan Ratu turut memperoleh penghargaan.
“Kita semua turun langsung ikut memeriahkan,” kata Ahyarudin yang pada saat mengikuti karnaval tampil mengenakan kostum seragam murid sekolah dasar, putih-merah.
“Seru-seruan, sekalian menghibur warga. Rekan lurah lainnya juga kebagian tugas. Ada yang pakai seragam murid SMP,” ucapnya seraya tersenyum. (*)















