Share This Article
Salut buat personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung. Slogan populer PT Pegadaian yang mengklaim Mengatasi Masalah Tanpa Masalah pun rasanya belum sebanding dengan kesigapan dan kecekatan mereka. Terutama dalam mengatasi hewan liar yang nyasar ke rumah warga.
(Notis.co.id): Fokus Adinda sontak pecah saat seekor tawon terbang memutari kepalanya. Ia, yang sebelumnya sedang menyapu pelataran rumah, mendadak tercekat.
Detik berikutnya tensi keterkejutannya naik level. Itu dipicu saat gerakkan refleks pandangannya yang mengikuti arah terbang tawon itu. Perempuan muda ini mendapati bongkahan besar setara dua kelapa degan. Posisinya tergantung persis di atap gerbang di samping rumahnya yang berbentuk gapura.
“Bener-bener panik saya. Ternyata di situ sarang tawonnya. Lihat satu tawon aja sudah gemeter. Badannya gemuk. Apalagi kalau tawon di dalam sarang itu pada ke luar,” kata Adinda membuka cerita pengalamannya beberapa waktu lalu kepada Notis.co.id, Senin (10/8/2026).
Menurut Dinda, sapaan akrab karyawati sebuah bank ini, ketika itu rumahnya memang dalam keadaan kosong selama beberapa bulan. Rencananya memang mau dijual karena keluarganya menempati rumah lain. Minggu sore itu ia memanfaatkan waktu libur untuk bersih-bersih rumah. Saat itulah insiden disatroni tawon mengintai.
Karena menganggap berbahaya, orang tua Dinda menghubungi Damkarmat. “Papa waktu itu hubungin Damkarmat abis magrib. Minta tolong agar dibantu. Nggak lama kemudian tim rescue dateng. Bener-bener cepet menurut saya,” ungkapnya.
Ternyata, sambung Dinda, menurut keterangan petugas Damkarmat, tawon yang bersarang di pagar rumahnya itu berjenis tawon Vespa. Tawon ini dikenal agresif dan memiliki sengatan berbahaya.
Untungnya, dalam waktu singkat petugas yang datang mengendarai mobil bak terbuka berisi beragam perlengkapan, bisa segera mengatasi persoalan tersebut.
“Saya lihat mereka nyumbat lubang sarang. Terus sarangnya dibakar pakai alat penyemprot yang keluarin api. Abis itu sarangnya dibungkus karung. Bersamaan karung ditarik, sarang tawon yang sudah terpanggang ikut terbawa. Tinggal bekasnya aja yang kesisa. Pokoknya cekatan banget cara kerjanya,” puji Dinda yang merasa sangat terbantu dengan kesigapan petugas Damkarmat.
Biawak Kepingin Ngadem di Kamar

Lain lagi cerita yang dialami Miftahul pada Kamis (6/8/2026) lalu. Sore itu, sekitar pukul 15.04 WIB. Mahasiswi ini memergoki seekor biawak ingin menerobos masuk kamar melalui jendela yang terbuka.
Kendati ukuran biawak tak lebih setengah meter, namun pemandangan ini sudah membuat panik seisi rumah.
Untung Miftahul segera bertindak. Memang dia tidak langsung turun tangan menangani biawak yang salah alamat itu. Dia menghubungi petugas Damkarmat.
“Sebelumnya saya sudah pernah tahu informasi kalau petugas Damkarmat enggak cuma madamin kebakaran aja. Tapi bisa juga bantu hal-hal kayak begini,” tuturnya.
Langkah Miftahul tak keliru. Tanpa menunggu lama satu unit mobil Maven Rescue dengan delapan personel segera merapat ke kediamannya di Jalan Murai, Kelurahan Sukarame.
Tanpa membuang waktu, tim rescue segera beraksi. Cukup 40 menit berselang, biawak yang gagal ngadem di kamar itu, berhasil dievakuasi. Miftahul dan seisi rumah pun dapat menarik napas lega.
Ular Sanca di Kolong Meja Kerja
Keterkejutan Adinda dan Miftahul atas ulah satwa liar sudah cukup mengkhawatirkan. Namun, pengalaman yang ditemui Andika, rasanya lebih bikin bulu kuduk merinding.
Tanpa dinyana pagi itu, Kamis (6/8/2026), Andika mendapati ular Sanca di bawah meja kerja yang berada di kediamannya. Ketika itu jarum jam baru menunjukkan pukul 07.11 WIB.
Seperti cerita lainnya, personel Damkarmat segera merapat usai menerima laporan. Walau kali ini yang mesti ditangani termasuk hewan mematikan, namun evakuasi ular Sanca sepanjang 2,5 meter itu, berlangsung tak lebih 24 menit saja.
“Mereka benar-benar terlatih,” komentar Andika yang berdomisili di Jalan Cendana, Kelurahan Rawalaut, Enggal, penuh rasa kagum.
Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang disampaikan masyarakat atas kinerja personelnya.
“Jangan segan menghubungi kami jika butuh bantuan. Apalagi bila menemui satwa liar yang masuk ke permukiman. Jangan ditangani sendiri bila berpotensi risiko. Biar personel Damkarmat yang terlatih dan didukung peralatan saja yang menangani,” kata Anthoni.
Kalau melihat segala sepak terjang petugas Damkarmat, tak salah kiranya bila disebut juga sebagai pasukan Palugada alias “Apa yang lu minta, gue ada (untuk membantu)”. Bravo! (*)

