Sepoi tiupan angin dan sejuknya air menjadi “teroris” bagi manusia yang terinfeksi virus rabies. Kerusakan sistem saraf pusat yang berujung pada ensefalitis (radang otak) merupakan dampak kritis lainnya. Pada akhirnya ancaman kematian menjadi nyata.
(Notis.co.id): Ironisnya, virus mematikan itu bersemayam pada hewan-hewan peliharaan. Seperti kucing dan anjing. Kalau mau dilebarkan lagi, sumber rabies juga bersarang pada kera dan musang.
Beranjak dari adanya potensi penyebaran virus berbahaya tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Kota Bandar Lampung berupaya mengantisipasinya. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) lantas dihelat vaksinasi rabies gratis.
Momentum yang digunakan adalah gelaran Bandar Lampung Expo 2026 yang berlangsung di Graha Mandala Alam.
Seperti disampaikan Kepala Distan Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati, vaksinasi rabies merupakan langkah penting dalam memutus mata rantai penularan penyakit yang dapat mengancam kesehatan hewan maupun manusia.
“Jangan dianggap sepele. Hewan peliharaan sekalipun tetap harus diwaspadai. Itulah perlu antisipasi melalui vaksinasi,” terangnya, Selasa (21/7/2026).
600 Dosis Vaksin Rabies
Gayung bersambut. Ternyata respon masyarakat antusias. Itu terlihat dari area vaksinasi di Bandar Lampung Expo dipadati warga yang ingin memvaksin hewan peliharaannya.
Tak pelak 600 jatah dosis vaksin rabies terpakai tuntas. Dijelaskan oleh fungsional medik veteriner, M Rifki. Sebelumnya sudah dibuka pendaftaran secara daring. Tak kurang 500 warga mendaftar untuk memvaksin hewan peliharaannya. Dan seratus sisanya datang langsung ke lokasi di hari pelaksanaan vaksin pada Selasa pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.
“Yang divaksin mayoritas kucing dan anjing. Kita belum mendapati ada kera dan musang yang divaksin di sini,” jelasnya.
Menekan Penularan Rabies
Kadis Dedeh Ernawati mengatakan, semakin banyak hewan yang mendapatkan vaksin, potensi penyebaran rabies di Kota Bandar Lampung dapat terus ditekan.
“Vaksinasi rabies bukan hanya bertujuan melindungi hewan peliharaan, tetapi juga menjaga keselamatan masyarakat dari risiko gigitan hewan yang terinfeksi virus rabies.
Ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Sebab rabies dapat menular dari hewan ke manusia dan berakibat fatal apabila tidak dicegah,” jelasnya.
Selain memberikan vaksinasi, petugas UPT Puskeswan juga melakukan pemeriksaan kesehatan singkat terhadap hewan. Tujuannya untuk memastikan kondisi hewan benar-benar memenuhi persyaratan untuk divaksin.
“Hewan yang sedang sakit atau tidak memenuhi ketentuan tidak akan divaksin demi menjaga efektivitas vaksin dan kesehatan hewan itu sendiri. Syaratnya hewan harus sehat, tidak hamil, dan berusia minimal 2,5 bulan,” kata Dedeh. (*)















