Bagi Fadila, roti bukan sekadar makanan. Ada cerita panjang yang membuatnya memilih mendalami dunia bakery ini. Semua berawal ketika anaknya membutuhkan perhatian lebih terhadap asupan makanan sehari-hari.
(Notis.co.id): Keinginan memenuhi kebutuhan buah hatinya itu, membuat Fadila mempelajari pola makan sehat. Dari berbagai referensi yang dipelajari, ia kemudian mulai membuat roti, sebagai salah satu pilihan makanan untuk keluarganya.
Awalnya membuat roti untuk konsumsi keluarga. Seiring waktu menekuni proses tersebut, mulai terbersit gagasan di benaknya. Fadila berpikir tentu ada orang lain yang juga membutuhkan roti sehat. Dan roti buatannya jelas higienis dan sehat. Ditambah lagi, menurut anak dan suaminya, terasa enak.
Ditekuni Sepenuh Hati
Keyakinan ini yang makin menebalkan niat Fadila untuk menjadikan roti sehat made in dapurnya sebagai peluang usaha.
Hal tak dinyana lainnya, suami Fadila bukan hanya sekadar mendukung. Lebih dari itu dia bahkan mengungkapkan mau membersamai membangun usaha rintisan ini.
“Suami saya memutuskan untuk resign. Padahal, dia sudah lima tahun bekerja sebagai programmer di sebuah perusahaan swasta,” kisah Fadila kepada Notis.co.id, Rabu (22/7/2026).
Tak pelak semangat pasangan ini makin menjadi. Tak ubahnya sebagai team work, keduanya berbagi tugas. Fadila menangani pengembangan produk dan operasional. Sedangkan suami yang mengurusi pemasaran serta keuangan.
Klop sudah. Bermodal semangat dan pengetahuan plus keterampilan yang dipunya, Fadila gaspol membuka gerai roti sehat buatannya. Lokasi usaha yang dipilih berada di ruas Jalan Urip Sumoharjo, Way Halim, Bandar Lampung.
Sebelumnya sebuah merk dagang telah disepakati. Brand yang diusung bertajuk KUBUZ.
Bukan Sekadar Roti
Fadila mengakui, pada tahap awal ia masih memproduksi produk buatannya dengan peralatan khas skala rumahan. “Sarana penunjangnya masih sangat sederhana waktu itu,” ungkapnya yang memulai rintisan pada Juni 2024.
Tak heran, sambungnya, kalau produk yang ditawarkan masih terbatas. Namun demikian, pelanggan mulai bermunculan. Respon positif dari konsumen ini menjadi pemompa semangat baginya.
Tak puas dengan pencapaiannya saat itu, Fadila terus mengembangkan usaha. Berbagai riset dan uji coba tak lelah dijajal. Hingga akhirnya ditemukan formulasi pengembangan produk. Seiring itu pelanggan pun terus berlipat.
“Saat itulah kami menyadari kalau peralatan yang ada sudah tak memadai lagi. Kami sepakat untuk meng-upgrade peralatan produksi. Alhamdulillah, seiring itu pasar produk KUBUZ makin terbentuk,” urai Fadila.
Menurutnya, produk KUBUZ bisa diterima pelanggan karena bukan sekadar roti biasa. Melainkan roti gandum utuh.
“Kami tidak ingin sekadar menjual roti. Kami ingin menghadirkan makanan yang aman dikonsumsi dalam jangka panjang dan bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat,” kata Fadila.(*)
















