Share This Article
Pemerintah Kota Bandar Lampung mendata seluruh wilayah yang terdampak paparan debu vulkanik.
(Notis.co.id): Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan menyatakan, para pamong di tingkat kecamatan ditugaskan mengumpulkan data dari wilayah masing-masing.
“Pamong di kecamatan saat ini sedang mengumpulkan informasi dan menghimpun data wilayah mana saja yang terkena dampak debu vulkanik,” katanya, Senin (7 September 2026).
Data hasil pendataan tersebut menjadi acuan pemkot dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Waspadai Debu Vulkanik
Selain itu, masyarakat pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati saat melintas di jalur terdampak abu. Pengendara diminta menurunkan kecepatan kendaraan. Karena debu tipis yang menempel di aspal licin dan mengganggu keselamatan berkendara.
Warga juga diminta memakai masker saat berada di luar ruangan, serta memantau informasi resmi dari instansi terkait.
Sementara itu, sebanyak 82 personel gabungan Dinas Damkarmat dan BPBD Kota Bandar Lampung diterjunkan ke jalan untuk menanggulangi abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Puluhan petugas dibekali 14 armada pemadam kebakaran untuk membilas ruas-ruas jalan protokol. Proses penyiraman aspal ini menghabiskan sedikitnya 440.000 liter air agar endapan abu tidak lagi menempel.
Anthoni menjelaskan, pembersihan jalan dilakukan secara intensif. Langkah ini penting agar debu halus tidak beterbangan serta tidak mengganggu jarak pandang maupun pernapasan warga.(*)

