Share This Article
Ancaman debu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau memicu respons cepat layanan kesehatan di ibu kota Provinsi Lampung.
(Notis.co.id): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung langsung menyiagakan seluruh fasilitas medis untuk mengantisipasi potensi dampak buruk bagi warga. Langkah preventif ini melibatkan seluruh jaringan kesehatan daerah secara serentak.
Sebanyak 31 puskesmas di Bandar Lampung resmi diinstruksikan memantau kondisi kesehatan warga di wilayah kerja masing-masing. Pengawasan ketat tersebut dilakukan untuk mendeteksi dini penyakit akibat paparan abu.
Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, memastikan belum ada warga yang terserang ISPA maupun iritasi mata hingga Senin (7 September 2026).
“Kami sudah berkoordinasi dengan 31 puskesmas di seluruh wilayah Bandar Lampung untuk memantau langsung kondisi kesehatan di tengah masyarakat. Berdasarkan pemantauan di lapangan hingga saat ini, belum ditemukan ada keluhan warga terkait gangguan pernapasan maupun iritasi akibat debu,” kata Muhtadi.
Warga Diminta Waspada
Kesiapsiagaan penuh ini bertujuan agar tenaga medis bergerak cepat jika situasi memburuk. Selain menyiagakan ruang perawatan, Dinkes menerjunkan personel kesehatan langsung ke permukiman warga untuk memberikan edukasi pencegahan.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun ekstra waspada saat beraktivitas di luar rumah. Paparan debu halus dari laut Sunda tersebut berisiko mengganggu penglihatan serta pernapasan.
Guna menekan risiko penyakit, Dinkes menerbitkan panduan keselamatan mandiri bagi pengguna jalan dan pejalan kaki. Panggunaan alat pelindung diri menjadi syarat mutlak saat keluar rumah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk disiplin menggunakan masker guna melindungi saluran pernapasan dari paparan debu. Selain itu, bagi pengendara roda dua, diimbau untuk memakai penutup mata atau kacamata pelindung,” kata Muhtadi.(*)

