Sabtu, 1 Agustus mendatang, dua ribu lebih mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) akan memasuki Kota Bandar Lampung secara bersamaan. Sebelum turun, Rektor Wan Jamaluddin didampingi jajarannya, pamit pada Wali Kota Eva Dwiana.
(Notis.co.id): Rektor UIN menjelaskan, tak kurang dari 2.185 mahasiswanya akan melangsungkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Transformatif 2026 di Kota Bandar Lampung.
Peserta KKN akan didampingi oleh 116 dosen pembimbing lapangan. Mereka menyebar pada 8 kecamatan dan 48 kelurahan, serta 116 lingkungan.
Tak sekadar hadir, Wan Jamaluddin mengatakan, pihaknya telah mengarahkan pada mahasiswa agar dapat turut mewarnai dinamika di tengah masyarakat melalui kontribusi positif.
Pada KKN Transformatif 2026, imbuhnya, UIN memfokuskan perhatian pada beberapa isu strategis. Seperti ketahanan pesisir, penguatan ekowisata perkotaan, tata kelola ekonomi hijau, pemberdayaan masyarakat, hingga pengentasan kemiskinan.
“Kami berharap selain menghadirkan pembelajaran secara riil di lapangan bagi mahasiswa, program ini juga dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat Bandar Lampung,” terang Wan Jamaluddin saat beraudiensi dengan Wali Kota Eva Dwiana di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (21/7/2026).
Pada kesempatan itu Rektor juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara UIN RIL dan Pemkot Bandar Lampung, khususnya dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga kehadiran mahasiswa kami bisa diterima oleh masyarakat, serta bisa dibimbing dan diarahkan sebagai pengalaman berharga dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat,” harap Wan Jamaluddin.
Wali Kota Menyambut Antusias
Saat menerima kunjungan tersebut, Wali Kota Eva Dwiana menyambut baik kolaborasi UIN RIL dan Pemkot Bandar Lampung.
Bahkan, Eva Dwiana melihat ada titik temu yang strategis terutama dalam bidang penataan kawasan pesisir. Terlebih, jelasnya, saat ini Pemkot menjadikannya sebagai salah satu fokus pembangunan daerah.
“Mari kita saling bahu membahu mengurangi potensi genangan maupun rob di kawasan pesisir,” katanya.
Eva juga berharap, mahasiswa KKN Transformatif 2026 ikut aktif membantu program lingkungan melalui pembagian polybag. Kemudian penanaman bibit alpukat di rumah warga, hingga pembangunan biopori untuk meningkatkan daya serap air.
“Kalau kawasan pesisir aman dan lingkungan lain terjaga, insyaallah dampaknya juga baik bagi masyarakat,” kata Eva.(*)















