Guyuran hujan deras tak tertampung drainase di sisi jalan. Air melimpah mencari arah sendiri ke permukaan aspal. Menggenang, pelan namun pasti meresap. Tekanan air merusak daya rekat kimia, antara aspal dan batu kerikil. Sejak saat itu lubang menganga di sana.
(Notis.co.id): Fenomena serupa itu yang menjadi biang kerok jalan aspal rusak atau berlubang. Sudah barang tentu ini memperpendek usia infrastruktur yang berada di Bandar Lampung.
Untuk menangani persoalan tersebut, Pemkot telah menyiapkan program lanjutan pada tahun anggaran 2027.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dedi Sutiyoso, menyebut perbaikan akan difokuskan pada beberapa ruas utama. Cakupannya meliputi Jalan Ahmad Yani dan Jalan Diponegoro. Kemudian sejumlah titik lain hingga kawasan Jalan Sultan Agung.
“Pada bagian tertentu merupakan titik sambungan. Seperti mulai dari persimpangan Jalan Jenderal Sudirman dengan Jalan Ahmad Yani, sampai kawasan Jalan Basuki Rahmat,” kata Dedi, Kamis (23/7/2026).
Drainase dan Trotoar
Dedi menerangkan pada pelaksanaan kegiatan, nantinya tidak hanya terfokus pada memperkuat infrastruktur jalan, melainkan juga pembangunan dan peningkatan saluran drainase, serta penataan trotoar.
Pembangunan drainase yang terintegrasi dengan trotoar, imbuhnya, akan memperlancar aliran air. Sehingga genangan tidak lagi merusak badan jalan.
“Pelaksanaanya akan bertahap. Kita harus memastikan kualitasnya optimal, agar punya daya tahan lebih baik,” kata Dedi, seraya menyebut pelaksanaan kegiatan didukung anggaran Rp30 miliar. (*)















