Di tengah banyak kalangan mengkhawatirkan perilaku perekonomian yang sedang jungkir balik mirip laju roller coaster, Pemkot Bandar Lampung justru menyimpan optimisme. Itu tercermin dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2027 yang dipatok menyentuh angka Rp1.164 triliun.
(Notis.co.id): Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, bilang penetapan target tersebut bukan tanpa perhitungan. Menurutnya, semua masuk dalam pertimbangan realistis. Dengan kata lain masih “pijak bumi” bukan halusinasi.
Ia lantas menjabarkan, untuk menjangkau target yang dipancang ada potensi yang bakal menopang. Di antaranya dari sektor pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, hingga lain-lain PAD yang sah.
Yusnadi melanjutkan, kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah sebesar Rp975 miliar. Kemudian retribusi daerah ditargetkan Rp49 miliar. Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp15 miliar, dan lain-lain PAD yang sah mencapai lebih dari Rp124 miliar.
“Capaian PAD kita di atas 78 persen. Insyaallah di tahun 2027 target Rp1,1 triliun bisa tercapai. Itu semua kita sesuaikan juga dengan potensi penerimaan dari berbagai sektor pajak. Seperti pajak restoran, pajak hotel, dan pajak reklame,” urainya.
Termasuk, imbuhnya lagi, penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB),” urainya.
Di sisi lain, sambung Yusnadi, untuk mengoptimalkan penerimaan daerah, Bapenda juga terus menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Terutama yang berkenaan dengan tunggakan pajak, baik dari sektor hotel, restoran maupun Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Alhamdulillah, upaya itu mulai membuahkan hasil. Banyak juga wajib pajak yang akhirnya melunasi tunggakan,” pungkas Yusnadi. (*)















