Share This Article
Tidak banyak pedagang yang berani menggenggam prinsip. Tapi tidak dengan Aris Nugroho. Pedagang bakso dan mie ayam Tunggal ini tak bergeming dari pilihannya. Ya, dia memilih menaikkan harga dagangan demi mempertahankan cita rasa. Kendati risikonya ditinggal pelanggan.
(Notis.co.id): Sebagai peracik bakso dan mie, cita rasa menjadi hal penting bagi Aris. Rasa tak ubahnya magnet. Daya tarik bagi usaha yang dibangunnya sejak Maret 2023.
“Kalau sekadar jual bakso, sekarang sudah banyak. Justru karena ada banyak pilihan, saya mesti punya kekhasan,” kata Aris, membuka cerita saat ditemui Notis.co.id di tempat usahanya di Jl. Sam Ratulangi, Tanjung Karang Pusat, Selasa (11/8/2026).
Soal menaikkan harga, sambungnya, juga bukan karena kepingin meraup untung berlipat ganda secara cepat. Melainkan lantaran harga bahan baku yang belakangan berperilaku bak roket. Bergerak melambung.
“Jadi saya sendiri sebenarnya enggak mau menaikkan harga. Sebab berisiko. Pelanggan bisa pergi,” ucap Aris.
Kekhawatirannya terbukti. Pada saat kali pertama menaikkan harga bakso dan mie ayam, beberapa pelanggan sempat bereaksi negatif. Mereka menyebut kemahalan.
Aris mengaku cukup memahami respon tersebut. Tapi gencetan berikutnya datang lagi. Harga bahan baku kembali merangkak naik.
Sebagai contoh, dia bercerita baru-baru ini harga plastik mendadak melonjak. Begitu pula dengan harga minyak.
Tak ada pilihan lain, sesuai prinsipnya kualitas adalah fondasi utama yang tidak bisa ditawar. Dia pun terpaksa kembali menyesuaikan harga jual. Meski respon pelanggan yang kecewa terus membayang.
Sebagai gambaran, untuk seporsi bakso dibandrol Rp22 ribu sampai Rp27 ribu. Sedangkan seporsi mie ayam dihargai Rp15 sampai Rp25 ribu.
Ada Rasa Ada Harga

Untungnya, tetap ada pelanggan yang tidak keberatan merogoh kocek lebih dalam untuk menebus sedapnya bakso dan mie ayam Tunggal. Apresiasi juga datang dari vloger cukup ternama di Lampung yang me-review bakso Tunggal.
Soal cita rasa, Aris menyebut selalu menggunakan mie berkualitas dari pemasok khusus. Begitu pun saat memilih daging sebagai bahan bakso. Dia menjamin, tak pernah ada tambahan kimia seperti obat pengenyal atau pengawet pada dagangannya.
Terkait kuah, juga menjadi perhatian utamanya. Untuk urusan ini Aris memakai ramuan khusus. Dia meracik perpaduan rempah-rempah dengan menerapkan resep rahasia keluarga yang sudah dipakai turun-temurun.
“Perpaduan bakso, mie dan kuah yang memang dipersiapkan khusus itu enggak bikin blenek waktu disantap,” tutup Aris, seraya menangguk sebongkah bakso dan kuah panas yang masih mengepul untuk dituang ke mangkuk. (*)


