Share This Article
Pemkot Bandar Lampung kepingin menangkal banjir. Tumpukan sedimen lumpur dan sampah di sungai dikeruk. Perbaikan dinding talud dan normalisasi saluran drainase dikebut. Tapi, warga bandel masih saja berulah. Sampah tetap dibuang ke sungai. Tak mau kecolongan, CCTV Seribu Wajah pun dipasang.
(Notis.co.id): Anggi menunjuk beton penyangga jembatan. Tingginya lebih dari 3 meter. Jembatan ini dikenal sebagai Jembatan Beton.
“Waktu banjir besar tahun lalu, air Way Belau meluap. Banjir. Banyak rumah kelelep. Malah ada kulkas tetangga yang kanyut dan nyangkut di situ,” terang warga RT 01, LK 01, Kelurahan Gedong Pakuan, Teluk Betung Selatan, Jumat (14/8/2026).
Tak pelak, dia mengaku trauma kalau mengingat peristiwa tersebut. Itu pula yang membuat dia sebel kalau lihat orang buang sampah ke sungai. Sebab, menurutnya, itu salah satu penyebab banjir. Makanya, Anggi setuju kalau di area Jembatan Beton dipasangi CCTV.
“Iya, setuju. Pantau aja. Dilihat siapa yang masih suka buang sampah sembarangan. Kalau sudah ketahuan kasih sanksi. Suruh pungut lagi sampah yang dibuang. Biar pada kapok!” kata dia saat dimintai tanggapan adanya program “CCTV Seribu Wajah”.
CCTV Terintegrasi
Perihal “CCTV Seribu Wajah” ini memang sedang digalakkan oleh Pemkot Bandar Lampung. Wali Kota Eva Dwiana menyebut kamera pengawas akan dipasang pada sejumlah aliran sungai dan kawasan pesisir. Terutama pada titik yang kerap menjadi titik rawan pembuangan sampah.
“Iya, mau kita pasang CCTV. Biar tahu siapa yang suka buang sampah ke aliran sungai. Sebab tumpukan sampah itu akhirnya menghambat aliran air. Kalau sudah begitu bisa meningkatkan potensi banjir,” terang Eva, baru-baru ini.
Pengawasan juga akan diarahkan ke sejumlah titik di kawasan pesisir. Nantinya, semua kamera pengawas atau CCTV Seribu Wajah akan terintegrasi satu sama lain. “Jadi pengawasan secara keseluruhan di Kota Bandar Lampung bisa dilakukan secara ketat,” imbuhnya.
Wali Kota menguraikan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan Pemkot semata. Peran aktif warga untuk sama-sama menjaga lingkungan sekitar sangat dibutuhkan. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke sungai.
“Ayo bareng-bareng kita jaga lingkungan. Biar bersih. Biar nyaman buat ditinggali. Biar enggak ada banjir lagi,” ajak Eva. (*)

