Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung merilis himbauan. Isinya hati-hati bila beraktivitas di luar rumah. Apalagi berkegiatan berat. Terutama antara pukul 11.00 sampai 15.00 WIB. Kalau masih mbalelo, siap-siap terkena pneumonia atau paru-paru basah.
(Notis.co.id): Himbauan ini kiranya jangan dikesampingkan. Sebab pneumonia yang dimaksud berdampak cukup menyusahkan.
Pneumonia sendiri merupakan infeksi pada paru-paru yang menyebabkan kantung udara (alveoli) meradang dan terisi cairan atau nanah. Kondisi yang sering disebut paru-paru basah ini disebabkan oleh kuman seperti bakteri, virus, atau jamur.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung. Menurutnya, fenomena paru-paru basah memang cenderung meningkat pada kondisi panas seperti sekarang.
Kondisi panas juga mempercepat pertumbuhan bakteri di makanan dan air. Pada akhirnya memicu gangguan pencernaan, seperti diare akut maupun demam tifoid.
Antisipasi Dehidrasi
Kepala Dinkes, Muhtadi Arsyad Temenggung, menerangkan paparan cuaca panas pada kemarau sekarang memang masih dalam kategori risiko rendah. Suhu rata-rata di Bandar Lampung berkisar antara 25,9 hingga 26,4 derajat Celsius.
“Meski begitu masyarakat tetap harus waspada. Sebab, kalau terus terpapar panas dalam durasi panjang. Misalnya sampai 4,2 jam per hari, risiko gangguan kesehatan bisa muncul. Apalagi kalau tidak dilakukan pencegahan,” jelas Muhtadi, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Kota Bandar Lampung pada pertengahan Juli 2026, tercatat 55 kasus paru-paru basah. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 48,6 persen dibandingkan empat minggu sebelumnya.
Selain paru-paru basah, kasus suspek demam tifoid juga mengalami peningkatan. Masih menurut data Dinkes, tercatat 191 kasus suspek demam tifoid. Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 12,4 persen dibandingkan periode empat minggu sebelumnya.
Sementara itu, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat sebanyak 2.335 kasus dan relatif stabil dalam empat pekan terakhir.
Oleh karenanya Muhtadi mengimbau, agar warga menjaga asupan cairan dengan memperbanyak konsumsi air putih. Selain itu gunakan pakaian ringan dan nyaman.
“Sebisa mungkin saat beraktivitas di luar ruangan diimbangi dengan minum yang cukup agar tidak dehidrasi,” katanya, seraya menyarankan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak napas, diare berkepanjangan, atau tanda-tanda dehidrasi segera memeriksakan diri.(*)















