Beberapa warga belum menandaskan sarapan paginya. Bahkan Imran, belum lagi menyeruput kopi kentalnya yang baru diseduh. “Ritual pagi” orang-orang itu mendadak terhenti, saat terdengar teriakan, “kebakaran!”
(Notis.co.id): Tak pelak, warga berhamburan ke luar merespon teriakan itu. “Rupanya bengkel sama toko elektronik yang kebakaran. Apinya cepet gede. Mungkin karena faktor angin juga,” cerita Imran yang mengaku tinggal di dekat lokasi kejadian, di Jalan Kimaja RT13/LK03, Kelurahan Kedaton, Selasa (28/7/2026).
Keterangan ini serupa dengan penjelasan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan.
Anthoni menyebut laporan kebakaran masuk ke petugasnya pukul 06.17 WIB. “Kami merespon. Personel langsung meluncur ke lokasi,” terangnya. Ternyata kebakaran melanda bengkel tambal ban dan toko elektronik.
Tak tanggung-tanggung, masih menurut Anthoni, setidaknya 35 personel dengan dukungan 10 unit mobil damkar sudah segera berada di lokasi. Setelah nyaris 2 jam berjibaku dan menghabiskan 16 tangki air, akhirnya api berhasil dipadamkan.
“Penyebab kebakaran diduga karena korsleting. Tapi kepastiannya nanti menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang,” katanya.
Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
Menghimpun keterangan saksi dan karyawan, cikal bakal kemunculan api diduga dari bagian terminasi kabel di atas bangunan bengkel. Kobaran api membesar, lalu merayap ke bangunan di sebelahnya yang merupakan toko elektronik.
Kendati jilatan api berhasil dipadamkan, sejumlah aset sudah terlanjur hangus. Untuk bengkel setidaknya 3 motor dan peralatan bengkel ludes. Ditaksir menimbulkan kerugian Rp100 juta.
Sedangkan toko elektronik ditaksir menderita kerugian Rp50 juta.
Sejumlah barang dagangan seperti kulkas, mesin cuci, AC, dan kompor didapati sudah teronggok menjadi abu.(*)















