Ada cerita yang diam di balik dinding-dinding tua Kota Bandar Lampung. Waktu memang mengikis cat dan bata, tetapi tidak pernah menghapus sejarahnya.
(Notis.co.id): Pemerintah Kota Bandar Lampung ingin menghidupkan kembali jejak itu. Bangunan dan situs bersejarah akan diidentifikasi untuk diusulkan sebagai cagar budaya. Tujuannya bukan sekadar menjaga warisan masa lalu, tetapi menjadikannya daya tarik wisata yang menggerakkan ekonomi.
Tim Cagar Budaya Kota Bandar Lampung mulai menelusuri bangunan yang memiliki nilai sejarah. Setiap temuan akan dikaji sebelum diusulkan sebagai cagar budaya.
“Kami akan menelusuri kembali sejarah Bandar Lampung. Setiap bangunan yang memiliki nilai sejarah penting akan kami identifikasi dan usulkan,” kata Asisten I Bidang Kesejahteraan Pemkot Bandar Lampung, Wilson Faisol, Rabu (1 Juli 2026).
Langkah itu diawali dengan penetapan Rumah Daswati sebagai Bangunan Cagar Budaya Kota Bandar Lampung. Bangunan di Jalan Tulang Bawang Nomor 11, Tanjung Karang, itu merupakan kantor pertama pemerintahan Lampung.
Berkah Sejarah Bagi Ekonomi Warga
Menurut Wilson, wisata sejarah memiliki daya tarik tersendiri. Wisatawan datang bukan hanya melihat bangunan tua, tetapi juga mencari kisah yang tersimpan di dalamnya.
“Jika pariwisata berjalan dan budaya tetap terjaga, perputaran ekonomi akan meningkat secara otomatis. Dampak langsungnya akan terasa bagi masyarakat, terutama para pelaku UMKM kita,” ujarnya.
Pemkot berharap semakin banyak bangunan bersejarah yang terlindungi. Sebab, kota bukan hanya dikenang lewat gedung-gedung baru, tetapi juga oleh jejak yang tetap bertahan melawan waktu.(*)















