Sumarlin beranjak dari kediaman sejak pukul 8 pagi. Tujuannya untuk menghindari antrean di Puskesmas.
(Notis.co.di): Bapak tiga anak ini mengaku tidak punya keluhan kesehatan. Tapi tetap ingin diperiksa. Istri dan anak-anaknya sempat heran. Meski memilih diam. Mereka hanya bisa menyaksikan punggung kepala keluarga itu menghilang dari pandangan di balik pagar pekarangan.
Kiranya Sumarlin tidak sendiri. Pada hari yang sama ada banyak orang semacamnya di bagian lain Kota Bandar Lampung. Mereka merasa tidak sakit namun memandang penting memeriksakan kesehatan. Walau tentu ada banyak warga kota yang hari itu sakit dan perlu penanganan medis di Puskesmas.
Bersamaan dengan itu 31 puskesmas di Bandar Lampung sedang menggelar kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) secara serentak. Aktivitas tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung.
“Saya tahu informasi itu. Makanya saya mau coba. Nanti kalau saya sudah diperiksa, baru saya ajak istri,” ungkap Sumarlin saat ditemui Notis.co.id di Puskesmas Kemiling, Rabu (1 Juli 2026).
Sedangkan menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, tidak kurang 6 ribu warga mengikuti agenda PKG tersebut.
“Seluruh Puskesmas dan perangkat pemerintahan kita kerahkan untuk menggerakkan masyarakat memanfaatkan program ini. Bapak Sumarlin itu salah satu contoh warga yang merespon,” ungkapnya.
Kesadaran Antisipasi
Selain memberi pelayanan kesehatan terbaik bagi warga, jelas Muhtadi, pihaknya juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Upaya ini sekaligus mempercepat deteksi dini berbagai penyakit. Supaya bisa diberi penanganan lebih cepat,” ungkapnya.
Di sisi lain, imbuh Muhtadi, pihaknya telah menyiagakan seluruh puskesmas. Termasuk kesiapan tenaga kesehatan, sarana dan prasarana.
Muhtadi juga menjelaskan, pencatatan hasil pemeriksaan dilakukan melalui Aplikasi ASIK. Kendati pencatatan manual tetap dilakukan untuk pelaporan kepada Wali Kota
Pada bagian akhir Muhtadi menyebutkan, Puskesmas Way Laga menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 449 orang, disusul Puskesmas Way Halim II sebanyak 331 orang dan Puskesmas Kemiling sebanyak 322 orang.
Lalu Puskesmas Way Halim 267 peserta, Kebon Jahe 260 peserta, Panjang 253 peserta, Palapa 250 peserta, Kedaton 250 peserta, Sukamaju 250 peserta, Kampung Sawah 245 peserta, Beringin Raya 238 peserta, dan Pasar Ambon 230 peserta.
Disusul Puskesmas Kupang Kota 201 peserta, Way Kandis 210 peserta, RBI 185 peserta, Segala Mider 188 peserta, Kota Karang 179 peserta, Satelit 176 peserta, Gedong Air 170 peserta, Sukaraja 169 peserta, Sumur Batu 151 peserta, Simpur 150 peserta.
Sedangkan Puskesmas Korpri 126 peserta, Pinang Jaya 126 peserta, Bakung 100 peserta, Susunan Baru 95 peserta, Labuhan Ratu 93 peserta, Permata 86 peserta, Sukarame 85 peserta, Campang Raya 85 peserta, dan Sukabumi 80 peserta.(*)















