Share This Article
Sebaran debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mengganggu aktivitas warga di Bandar Lampung. Pemerintah Kota merespons kondisi tersebut melalui kerja sama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat).
(Notis.co.id): Petugas menerjunkan armada pemadam untuk membasahi ruas jalan protokol. Penyemprotan air ini bertujuan agar debu tidak terbang lagi dan membahayakan pengendara.
Wali Kota Eva Dwiana meminta pamong kecamatan bergerak mendata lokasi terdampak. Peta sebaran debu tersebut menjadi dasar penentuan kebijakan lanjutan pemerintah kota.
Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung, Antoni Irawan, menegaskan kesiapan timnya di lapangan.
“Atas arahan Ibu wali kota, kami bersama BPBD melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan protokol. Ini sebagai langkah penanggulangan untuk mengurangi efek debu vulkanik yang beterbangan dan mengganggu masyarakat,” ujar Antoni, Minggu (6 September 2026).
Pengendara Diimbau Pakai Masker
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mengimbau warga memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Pengendara kendaraan pun perlu ekstra waspada. Pasalnya, debu vulkanik membuat jarak pandang berkurang dan jalan licin.
Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau gejala ISPA diminta langsung berobat. Seluruh puskesmas di Bandar Lampung siap melayani keluhan kesehatan akibat paparan debu vulkanik.
Pemerintah mengimbau warga tetap tenang dan tidak panik. Selalu pantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.(*)

