Warga Berengsek Bikin Wajah Bandar Lampung “Belepotan”

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siasat pihak Perpusda Lampung atasi ulah warga berengsek. (Foto: Notis.co.id)

Siasat pihak Perpusda Lampung atasi ulah warga berengsek. (Foto: Notis.co.id)

Ruas Jalan Nusantara di Kecamatan Labuan Ratu, Bandar Lampung, itu melintasi sebatang sungai kecil. Pada salah satu sisinya berdiri tembok pagar menjulang milik kompleks perumahan elit. Di sisi lain terhampar lahan disesaki semak belukar dan deretan rumpun bambu. Sepintas pemandangannya tampak asri. Tapi sayangnya bau menyengat menguar dari sana.

(Notis.co.id): Kiranya di dekat rumpun bambu berserak sampah yang dibuang warga. Itu biang keladi bau busuk. Dulu, sebuah banner pernah dipasang di sana. Berisi tulisan, “Semoga yang Buang Sampah di Sini Dilaknat Allah”.

Rupanya, sumpah serapah itu tak mempan. Warga berengsek tak lagi khawatir kalau doa dalam banner diijabah Sang Khalik.

Sore tumpukan sampah dibersihkan, seiring mentari menyingsing keesokan pagi, tumpukkan sampah kembali terbit. Bahkan, hingga banner lapuk ditikam panas dan direjam hujan, sampah-sampah itu tetap eksis.

Tidak hanya pemilik lahan yang pusing tujuh keliling. Pihak kelurahan dan Ketua Rukun Tetangga setempat pun ikut gusar. Mereka putar otak untuk mengatasi perilaku warga berengsek yang buang sampah tidak pada tempatnya.

Baca Juga  Pengrajin Tempe Keluhkan Program Makan Bergizi Gratis di Bandar Lampung

Belakangan, mereka bergotong royong. Membersihkan lokasi tersebut. Tak berhenti sebatas itu. Lokasi pun diberi pagar bambu. Tingginya tak lebih semeter. Cukup sebagai penanda saja.

Di balik pagar kemudian ditanami kembang hasil sumbangan warga sekitar. Mereka berharap, kalau lahan itu sudah mengejawantah menjadi “taman”, mungkin warga berengsek akan sungkan melempar sampah ke sana.

Harapan itu kiranya terkabul. Keesokan hari dan beberapa hari berselang, taman mungil itu tidak ternodai sampah warga. Aman? Sayangnya, tidak!

Belum lagi genap seminggu umur taman, sampah kembali datang. Awalnya hanya beberapa plastik sampah saja. Tapi itu sudah cukup dibaca sebagai isyarat oleh sesama warga berengsek lainnya.

Tak pelak, keesokan pagi saat masih gelap gulita atau sinar mentari masih samar-samar menyeruak, sampah kembali datang berbondong-bondong. Pengendara motor dan mobil tak lagi sungkan melempar sampah dapur mereka ke sana.

Tak ayal eksistensi taman mungil terdesak, sebelum akhirnya benar-benar berhasil diinvasi oleh tumpukkan sampah. Pagar bambu sederhana ikut roboh. Mungkin dirusak warga berengsek yang gelap mata. Kini atmosfer kelam kembali menyelimuti lokasi itu.

Baca Juga  Bandar Lampung Akan Bertambah 11 Desa, Luas Wilayah Naik 95 Km Persegi
Sampah mengotori lingkungan asri di Jalan Nusantara, Labuan Ratu. (Foto: Notis.co.id)
Sampah mengotori lingkungan asri di Jalan Nusantara, Labuan Ratu. (Foto: Notis.co.id)

Fenomena nyaris serupa juga pernah terjadi di sudut kawasan lain. Tepatnya di luar pagar sisi kanan Gedung Perpustakaan Provinsi Lampung atau Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam.

Beberapa waktu lalu, bangunan yang berada di ruas Jalan Z.A. Pagar Alam ini, sempat dikotori oleh tabiat warga berengsek. Mereka menjadikan trotoar sebagai tempat pembuangan sampah.

Modusnya setali tiga uang dengan kejadian di Jalan Nusantara. Ketika pagi masih remang, sambil melintas lambat warga berengsek menguntal sampah dari atas motor atau dalam mobil.

Pihak Perpusda putar otak untuk mengendalikannya. Mereka menjalankan strategi membikin “taman mungil” persis di titik sasaran pembuangan sampah.

Beberapa tanaman dalam pot ban bekas disusun berjajar. Beruntung, ikhtiar ini berbuah manis. Sejak itu sampah tak datang lagi.

Perlu Diberi Sanksi

Perilaku warga berengsek ini sangat mungkin juga berlangsung di banyak tempat lainnya di Kota Bandar Lampung. Tindakan menjijikkan ini sudah semestinya tidak ditoleransi.

Baca Juga  Gelaran Bandarlampung Color Run 2026 Meriahkan HUT Kota Tanpa APBD

Warga berengsek macam itu perlu diberi sanksi. Setidaknya mesti memungut kembali sampah yang telah dibuangnya.

Kalau di lain waktu masih kedapatan mengulangi tindakannya, orang tak tahu malu dan imannya sudah tak utuh (disebut demikian lantaran kebersihan merupakan sebagian dari iman. Jika tidak menyukai kebersihan artinya sebagian imannya sudah raib) itu memang perlu diberi ganjaran lebih serius.

Perangkat pemerintahan kiranya perlu mengambil langkah tegas. Semacam razia. Sebab, bila dibiarkan, mental jorok warga berengsek ini bakal menodai wajah Bandar Lampung.

Belepotan akan terlihat di mana-mana. Pada akhirnya kebersihan, keindahan dan kesehatan warga kota ikut tercemar. Kena dampaknya. (*)

Berita Terkait

Yuyun Candra Wati, Meniti Jalan Menuju Advokat Rakyat
Wali Kota Eva Dwiana Ajak Pelajar Teladani Semangat Juang Pahlawan
Bandar Lampung Raih Penghargaan Nasional untuk Inovasi Layanan Publik
Bandar Lampung Tuan Rumah Fest Kreasi GTK 2025

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:56 WIB

Warga Berengsek Bikin Wajah Bandar Lampung “Belepotan”

Sabtu, 27 Desember 2025 - 14:41 WIB

Yuyun Candra Wati, Meniti Jalan Menuju Advokat Rakyat

Rabu, 12 November 2025 - 23:56 WIB

Wali Kota Eva Dwiana Ajak Pelajar Teladani Semangat Juang Pahlawan

Rabu, 12 November 2025 - 23:55 WIB

Bandar Lampung Raih Penghargaan Nasional untuk Inovasi Layanan Publik

Rabu, 12 November 2025 - 23:54 WIB

Bandar Lampung Tuan Rumah Fest Kreasi GTK 2025

Berita Terbaru

Siasat pihak Perpusda Lampung atasi ulah warga berengsek. (Foto: Notis.co.id)

Speak Up

Warga Berengsek Bikin Wajah Bandar Lampung “Belepotan”

Selasa, 23 Jun 2026 - 14:56 WIB

Pemkot Bandar Lampung menggelar Lomba Puskesmas Berprestasi dan Lomba Konten Media Sosial Kesehatan antar-puskesmas.(Ilustrasi: Notis.co.id)

Update

Pemkot Bandar Lampung Mencari Puskesmas Ramah Pasien

Sabtu, 20 Jun 2026 - 21:01 WIB