Matahari terbit dari balik laut. Ombak memecah pantai. Air terjun mengalir di kaki bukit. Di sudut lain, hutan, pulau, dan jejak budaya menunggu untuk disapa.
(Notis.co.id): Semua itu ada di Lampung. Sayangnya, pesona tersebut belum sepenuhnya sampai ke mata para pelancong. Promosi dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Kesadaran itulah yang mendorong Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Provinsi Lampung menyusun langkah baru. Dalam konsolidasi internal di Sora Hostel, Bandar Lampung, Selasa (21/7/2026), organisasi itu merancang program kerja sekaligus memperkuat strategi promosi wisata Lampung.
Membuka Jalan ke Pasar Internasional
Ketua IPI Lampung, Novi Hermanto, mengatakan program Lampung Smart Travel akan melibatkan pelaku pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan agensi perjalanan dari Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Menurut Novi, penerbangan langsung Kuala Lumpur–Bandara Radin Inten II menjadi pintu yang harus dimanfaatkan. Akses itu diyakini mampu memperluas pasar wisatawan mancanegara jika dibarengi promosi yang tepat.
Saatnya Bercerita Lewat Media Sosial
Bagi Novi, promosi hanyalah satu bagian dari perjalanan panjang membangun pariwisata. Wisatawan juga membutuhkan jalan yang layak, fasilitas yang memadai, dan rasa aman saat berkunjung.
Karena itu, ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan. Dengan begitu, pariwisata Lampung tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberi manfaat bagi ekonomi masyarakat.
IPI Lampung juga mengajak generasi muda menjadi wajah baru promosi wisata daerah. Melalui foto, video, dan cerita yang kreatif di media sosial, mereka diharapkan mampu memperkenalkan beragam destinasi Lampung kepada publik yang lebih luas.
Sebab, setiap tempat selalu memiliki cerita. Dan setiap cerita yang sampai kepada orang lain bisa menjadi alasan untuk datang dan mengenal Lampung lebih dekat.(*)















