Update

Upaya 3.738 Pengidap HIV di Bandar Lampung Melanjutkan Hidup

Umur memang di tangan Tuhan. Manusia hanya sebatas memprediksi. Seperti dugaan harapan hidup penderita AIDS yang disebut tak lebih 3 tahun.

(Notis.co.id): Ketika virus HIV bersemayam di tubuh, perkembangannya liar tak terkendali. Ia rakus memangsa sistem kekebalan tubuh. Tanpa terapi Antiretroviral (ARV) level derita menjadi AIDS. Harapan hidup bakal menipis. Diprediksi tersisa 3 tahun saja. Celakanya, jumlah penderitanya diperkirakan 3.738 orang di Bandar Lampung.

Celakanya lagi, bukan perkara mudah dan murah untuk dapat menjalani ARV. Selama ini masih ada pendanaan dari Global Fund. Ini semacam dukungan untuk kegiatan program maupun logistik melalui Kementerian Kesehatan

Namun, pendanaan tersebut sifatnya sementara. Berdasarkan jadwal, masa dukungan akan berakhir pada 2030 mendatang. Lantas, siapa yang akan menopang pembiayaan ARV selanjutnya?

Jepri Junaidi selaku Technical Officer Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) berharap, Kota Bandar Lampung dapat segera mengantisipasi kondisi tersebut.

“Idealnya, pemerintah kota sudah mulai menyiapkan skema pembiayaan berkelanjutan. Untuk pelaksanaannya bisa melalui mekanisme social contracting atau kontrak sosial antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil,” terangnya dalam konferensi pers di PKBI Lampung, Selasa (14/7/2026).

Jepri juga menjelaskan, selama ini sejumlah kolaborasi dengan pemerintah daerah sudah berlangsung. Hanya saja belum menggunakan skema social contracting yang memungkinkan OMS menjalankan program secara lebih berkelanjutan.

Mengulas arti penting terapi Antiretroviral (ARV) pada konferensi pers PKBI Lampung. (Foto: ist)

Baru 66 Persen

Data lebih detail diungkapkan Pengelola Program HIV Dinas Kesehatan, Suhaidi. Dikatakannya, sejauh ini tercatat ada 2.902 orang yang terdekteksi ODHIV.

Kondisi para penderita itu masih melangsungkan kehidupan. Jumlah tersebut merupakan 78 persen dari total estimasi ODHIV di Kota Bandar Lampung yang diperkirakan mencapai 3.738 orang.

Suhadi sepakat tantangan terbesar saat ini adalah memastikan seluruh ODHIV yang telah mengetahui statusnya, dan segera memulai atau tetap menjalani ARV.

Sayangnya, baru 66 persen saja dari 2.902 ODHIV yang aktif menjalani ARV. “Jumlahnya kisaran 1.927 orang,” kata Suhaidi.

Lebih lanjut diuraikannya, sejumlah langkah strategis terus dijalankan Pemkot Bandar Lampung sebagai penanganan. Seperti memperketat pemantauan pelaporan tes dan pengobatan HIV, memperkuat kolaborasi dengan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), tuberkulosis (TBC), hepatitis, dan promosi kesehatan.

Kemudian, sambungnya, memastikan ketersediaan obat ARV di seluruh layanan, serta mempercepat pemeriksaan viral load bagi pasien yang telah memenuhi syarat.(*)

Recent Posts

Anomali Pengrajin Tahu, Ada MBG Merasa “Buntung”, Tak Ada MBG Justru Beruntung

Ketika banyak orang sedang terlelap nyenyak. Kumandang azan subuh belum lagi terdengar. Daryono dan Danang…

3 days ago

Kemarau Kerontang, Tangki Air Bersih Datang

Kemarau mulai meradang. Dampaknya bikin miris. Sebagian warga kesulitan memperoleh air bersih. Bak gayung bersambut,…

6 days ago

Cabai dan Bawang dari Solok Datang, Halau Inflasi yang Meradang

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memperkuat pasokan cabai dan bawang melalui kerja sama dengan Pemerintah…

6 days ago

Kabel Provider Ugal-ugalan, Pemkot Turun Tangan

Kabel-kabel provider yang melintas di lingkungan pemukiman itu saling berdesakan. Berebut tempat. Entah kalah “sikut-sikutan”…

1 week ago

Eva Dwiana: Pejabat Mesti Satset Layani Masyarakat

Pemkot Bandar Lampung melakukan penyegaran pejabat. Puluhan pejabat yang dilantik mencakup 28 pejabat administrator (eselon…

1 week ago

Kebakaran di Kedaton, Api dari Bengkel Mampir ke Toko Elektronik

Beberapa warga belum menandaskan sarapan paginya. Bahkan Imran, belum lagi menyeruput kopi kentalnya yang baru…

2 weeks ago